Wara Warta

menulis berdasarkan pendapat pengalaman dan refrensi

PLEASE SUBSCRIBE GAN CHANNEL KAMI.!!!

KAMI PUNYA BANYAK DATABASE CARI ATAU BACA ARTIKEL YANG LAINYA

Jumat, 24 Mei 2013

ucapan memperingati 7 hari meninggal

Apa hukumnya mengadakan acara 7 hari / 40 hari / 100 hari setelah kematian ?
Jawaban :Acara seperti itu adalah acara/kegiatan yang tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam para sahabatnya maupun para tabi'in, Rasulullah shallahu 'alaihi wasallam bersabda yang diriwayakan oleh Imam Muslim :
من أحدث في أمرنا هذا فهو رد

"Barang siapa yang mengada-ada dalam urusan agama ini  maka dia tertolak"

maksudnya kalo kita melakukan suatu amalan/ibadah yang tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah maka akan siasialah amalan tersebut. Dan syarat diterimanya suatu amalan adalah ikhlas dan sesuai yang dicontohkan oleh Rasulullah.

dan perlu kita ingat bahwa peringatan 40 atau 100 hari setelah wafatnya seseorang itu adalah adat kebiasaan agama kristen dan hindu, sehingga tidak pantas dicontoh dan dilaksanakan oleh orang muslim, dalam hadist yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dari Ibnu Umar R.a. Rasulullah Shallallahu 'alaihi Wassalam bersabda:
من تشبه بقوم فهو منهم
Barang siapa yang menyerupai suatu kaum maka dia bagian dari mereka (HR. Abu Dawud, syaikh al bani mengatakan hadist ini hasan sohih)
Wallahu a'lam. (Kamaluddin Arifin S.Pd.I)

Pak Ustad , bagaimana keadaan orang yang meninggal dunia sampai 40 hari? ada yang bilang arwahnya mash di sekitar rumah kita ada yang bilang tidak? atau keduanya salah? bagaimana yang benar?

Waalaikumussalam Wr Wb

Saudara Suwandi yang dirahmati Allah swt

Kematian yang merupakan perpisahan antara ruh dari jasadnya pasti akan menemui setiap makhluk-Nya yang berjiwa. Tidak seorang pun mampu menghindar atau lari darinya walau hanya sekedar meminta untuk ditunda sesaat saja.

Kematian merupakan perpindahan dari alam dunia menuju alam akherat, sebagaimana diriwayatkan bahwa Utsman bin Affan apabila berdiri dihadapan sebuah kuburan maka ia pun menangis hingga membasahi jenggotnya. Dia ditanya,”Apabila engkau diingatkan tentang surga dan neraka engkau tidak menangis akan tetapi engkau menangis karena (kuburan) ini.” Dia pun menjawab,’Sesungguhnya Rasulullah saw bersabda,’Sesungguhnya kuburan adalah tempat pertama dari tempat-tempat akherat. Apabila dia selamat darinya maka keadaan setelahnya akan lebih mudah baginya. Dan apabila dia tidak selamat darinya maka keadaan setelahnya akan lebih berat darinya.” (HR. Tirmidzi)

Didalam hadits lainyang diriwayatkan dari al Barro bin ‘Azib bahwasanya Rasulullah saw bersabda,”Berlindunglah kalian kepada Allah dari adzab kubur—beliau menyebutkan 2 atau 3 kali—kemudian berkata,’Sesungguhnya seorang hamba yang beriman apabila akan berakhir (hidupnya) di dunia dan akan mengawali akheratnya maka turunlah para malaikat dari langit dengan berwajah putih seperti matahari dengan membawa kain kafan dan wewangian dari surga dan mereka duduk disisinya sejauh mata memandang.

Kemudian datanglah malaikat maut dan duduk disebelah kepalanya dengan mengatakan,”Wahai jiwa yang tenang keluarlah menuju ampunan dari Allah dan keredhoan-Nya.’ Beliau saw bersabda,’Maka keluarlah ruhnya seperti tetesan air dari bibir orang yang sedang minum maka dia (malaikat maut) pun mengambilnya. Dan tatkala dia mengambilnya maka para malaikat (yang lain) tidaklah membiarkannya berada ditangannya walau hanya sesaat sehingga mereka mengambilnya dan menaruhnya diatas kafan yang terdapat wewangian hingga keluar darinya bau semerbak kesturi yang membuat wangi permukaan bumi.’
Roh Gentayangan Dan Selamatan Kematian ["Tahlilan" : istilah Islam] Berasal Dari Ajaran Hindu

Tirta Pengentas, Mahluk Gaib, dan Roh Gentayangan.
Tirta Pengentas pada upacara Pitra Yadnya, gunanya memberi petunjuk arah tujuan roh atau atma yaitu Sunia Loka. Dibuat oleh Pandita/Sulinggih yang memimpin upacara atau lazim disebut yang “Ngentas Atma”. Di samping tirta pengentas, ada tirta panembak yaitu tirta yang gunanya membebaskan halangan-halangan dalam perjalanan atma, misalnya gangguan-gangguan dari roh gentayangan. Mahluk gaib di Bali dikenal dengan nama BHUTA.

Menurut Lontar Kala Tattwa, Hyang Widhi dalam manifestasinya sebagai Bhatara Siwa, mempunyai “putra” bernama Bhatara Kala. Bhatara Kala juga bermanifestasi sebagai Bhuta, yang bertugas mengontrol manusia di bumi.

Manusia perlu diawasi karena kemampuan “idep” (daya pikir)-nya luar biasa. Jika tidak diawasi dunia bisa hancur karena ulah manusia. Karena itu Bhuta juga dinamakan Bhuta-Kala. Selain itu bhuta-kala juga bertugas menguji keyakinan dan kebulatan tekad manusia dalam meyadnya. Ia menggoda manusia yang ingin mendekatkan diri kepada Hyang Widhi. Dites dulu apa benar-benar mau berbakti.

Bhuta-kala bisa berwujud godaan menggiurkan, bisa yang menakutkan atau membahayakan. Seperti contoh berita ngaben berdarah di Ketewel (?), saya menduga itu godaan Bhuta-Kala kepada kelompok warga, sehingga rupanya mereka kalah pada godaan yang bersumber dari kata-kata, sampai terjadi peristiwa yang memilukan itu.
salam saya +Rinal Purba 
PLEASE SUBSCRIBE GAN CHANNEL KAMI.!!!

1 komentar:

nabi gak pernah pake henpon....sepeda motor... mobil,,,pesawat terbang....

thanks if u comments

Back To Top